Scroll Untuk Lanjut Membaca
PILHI dan Perang Melawan Tambang Ilegal: Perjuangan Tak Kenal Lelah untuk Lingkungan Sulsel

SUL-SEL, MNCC — Tekad Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (LSM PILHI) dalam memerangi dugaan pertambangan tanpa izin (PETI) di Sulawesi Selatan kian menguat.

Setelah melaporkan dugaan aktivitas PETI jenis galian C ke Polda Sulsel pada Desember 2024, kini PILHI menggandeng LSM lokal KKRB Bulukumba untuk memperluas investigasi mereka ke dua kabupaten, yakni Bantaeng dan Bulukumba.

Langkah ini bermula dari aduan masyarakat setempat yang merasa lingkungannya terancam oleh maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah mereka.

Direktur Eksekutif PILHI, Syamsir Anchi, menegaskan bahwa investigasi ini adalah bagian dari tanggung jawab moral lembaganya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Insyaa Allah, pekan depan kami agendakan ke sana bersama tim,” ujar Syamsir kepada sejumlah media di Makassar, Rabu (8/1). Ia menyebutkan, pihaknya telah mengidentifikasi beberapa titik yang diduga menjadi lokasi pertambangan ilegal.

Mengungkap Dugaan dan Mendorong Penegakan Hukum

Syamsir menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan data yang akurat terkait dugaan PETI. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mendorong penegakan hukum yang lebih efektif terhadap aktivitas yang dinilai merusak lingkungan, mengancam ekosistem, dan membahayakan masyarakat.

PILHI juga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif melaporkan setiap dugaan aktivitas tambang ilegal di daerah mereka. “Ini tanggung jawab bersama. Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan lembaga seperti kami, lingkungan bisa tetap lestari,” tambah Syamsir.

Apa Langkah Selanjutnya?

Keputusan PILHI untuk menyasar Bantaeng dan Bulukumba adalah kelanjutan dari komitmen mereka. Apakah investigasi ini akan berujung pada pelaporan resmi ke Polda Sulsel lagi? Ataukah PILHI akan mendesak para pelaku untuk menutup operasinya atau melengkapi dokumen perizinan mereka?

“Seperti apa nanti hasilnya, akan kami sampaikan secara terbuka. Kami tidak memiliki tendensi apa pun, ini murni demi lingkungan,” ujar Syamsir menegaskan.

Dengan semangat yang tak surut, PILHI menunjukkan bahwa perjuangan melawan tambang ilegal bukan sekadar wacana, tetapi sebuah aksi nyata. Semua mata kini tertuju pada hasil investigasi mereka, menanti gebrakan berikutnya untuk melindungi lingkungan Sulsel dari ancaman tambang ilegal. (Ar)

Reporter: admin